Resensi Lagu Fix You: Rebahkan Dukamu Mari Mulai Merangkak dan Terus Melangkah

Dok. Manggala
Dok. Manggala

Judul: Fix You

Penyanyi: Coldplay

Produser: Danton Supple, Ken Nelson & Coldplay Penulis: Chris Martin

Durasi: 4:55 Menit Tahun Rilis: Juni 2005

“Saat masa terpurukmu menyekap, duduk dulu, biarku tunjukkan jalanmu, mari melangkah.” Demikian mungkin yang saya rasakan ketika mendengar salah satu album Coldplay yang berjudul Fix You.

Fix You—ya, lagu yang dirilis pada Juni 2005 ini tidak lekang oleh waktu untuk didengarkan. Liriknya yang menceritakan tentang cinta dan dukungan terhadap seseorang yang sedang mengalami masa sulit, kegagalan, dan kehilangan rasa, terasa selalu relevan. Hal ini diperkuat oleh latar belakang lagu ini yang ditulis oleh Chris Martin sebagai “serotonim” untuk mantan istrinya yang tenggelam dalam duka pascawafatnya sang ayah. Tentunya kepiawaian Chris dan rekan- rekannya dalam menyusun lirik, menjadikan lagu ini terkenal “ngena” di banyak situasi terpuruk.

Setelah puluhan kali saya memutar lagu ini, Fix You rasanya tak pernah gagal menghilangkan rasa letih dan susah. Sering kali saya membayangkan orang terkasih mendekap. Syahdan, karena saya yang notabene lulusan pesantren –tentunya pernah belajar mengenai sejarah dan tokoh Islam— saya jadi teringat kisah diwahyukannya surat Al-Insyirah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. dikala beliau tengah resah. Setidaknya saya sedikit tahu bagaimana rasanya hati yang sedih nan lelah, lalu begitu bahagia ketika didekap oleh lantunan dari yang terkasih.

Begitu pula dengan kamu. Kamu bisa mendengarkan lagu ini sambil membayangkan orang terkasih yang menyanyikannya. —Baik itu orang tua, saudara, bahkan pasangan(pasangan yang sah secara hukum, maksudnya). Terlebih pada bagian bait dan reffnya  yang berbisik:

“But if you never try, you’ll never now Just what you’re worth

Light will guide you home And ignite you bone

And I will try to fix you”

Sependek pengalaman saya mendengarkan musik, Fix You memiliki kelebihan tersendiri pada rintih suara dan dengung instrumennya. Jika lagu yang lain kerap memberikan dukungan bagi situasi duka kita agar lebih “ngena”. Fix You justru terasa memberikan pengertian terhadap duka sekaligus mengajak untuk kembali menatap ke depan dan melangkah.

Bicara soal kelebihan, sepertinya semua yang saya tulis di atas tidak menyiratkan kesan negatif. Penggunaan gaya bahasa hiperbola dan personifikasi juga menunjukan bahwa lagu ini memiliki sastra bahasa yang baik. Adapun kekurangan—seumpama boleh saya kritik— kurangnya hanya terletak pada durasi. Lagu yang berkesan ini seringkali saya putar berulang-ulang karena nyaman dan selalu terasa cepat selesai.

Itu barangkali luapan kesan saya pada lagu yang dinyanyikan Coldplay ini. Jadi, kamu bagaimana? Sudah dapat Chris Martin dengan Fix You-nya versi kamu? Atau mau menjadikan Fix You sebagai support kamu saja?

Penulis: M. Iqbal

Editor: Hizbi Dzilarsy Priata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *