Kamu Tidak Istimewa: Untukmu yang Merasa Paling Menderita

Doc. Manggala
Doc. Manggala

Judul Buku : Kamu Tidak Istimewa

Nama Penulis : Natasha Rizky

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Cetakan Pertama : Desember, 2023

Jumlah Halaman : 92 halaman

ISBN : 978-623-00-5587-4

“Yang istimewa bukan hanya kamu. Dirimu jauh dari satu-satunya. Allah mencintai semua. Berikut getir- getirnya.”

Buku yang ditulis oleh Natasha Rizky ini, berhasil membuat saya menyangkal judulnya saat pertama kali membaca. Pikiran saya seolah menebas dengan lantang bahwa kita ini istimewa. Namun, ternyata saya mendapati bahwa maksud penulis bukanlah demikian, melainkan ada sudut pandang lain yang ditemukan saat membaca isi buku tersebut.

Buku yang berjumlah 92 halaman ini terbagi menjadi tiga bab utama, yang masing-masing babnya terbagi lagi menjadi beberapa subbab. Di antara judul besar yang menjadi inti pada buku ini yaitu perasaan, realitas dan istimewa. Pada bagian akhir buku, penulis memberikan ruang khusus bagi para pembaca untuk menuangkan perasaan-perasaannya.

Menurut penulis, buku ini berisikan tentang perjalanan hidup dirinya, orang-orang terdekatnya, bahkan orang yang tidak ia kenali sekalipun. Buku yang berisi kumpulan puisi ini mengisahkan  perjalanan penuh makna tentang perasaan, realitas, dan ketidakistimewaan menjadi manusia. Bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang Allah uji dalam kehidupan ini.

Seringkali kita merasa seoalah-olah menjadi yang paling menderita di dunia ini. Setiap ujian yang datang menghampiri, seakan menjadikan diri kita merasa paling tersakiti. Padahal, semua hamba yang bertakwa pasti Allah uji. Semua orang berjuang melewati ujiannya masing-masing, termasuk diri kita sendiri.  Bahkan, di samping kenikmatan hidup yang telah Allah beri, ketika diuji kita masih sering kali menjadi gelap mata tanpa tepi.

Buku ini berhasil membuat saya mengerutkan kening beberapa kali, karena puisi-puisi yang disajikan cukup dalam maknanya. Untuk dapat memahami satu puisi, saya harus membacanya dua hingga tiga kali.  Tidak jarang pula saya perlu membuka KBBI untuk mengetahui makna kata yang cukup asing di telinga. Namun, hal seperti ini hanya didapati di sebagian kecil puisi saja. Sebagian lainnya dapat dipahami dengan baik, bahkan mampu menusuk ke relung hati.

Keunikan lain dari buku ini adalah adanya ilustrasi yang mampu memanjakan mata. Selain menambah estetika, ilustrasi ini juga mampu membuat pembaca masuk lebih jauh ke dalam cerita. Misalnya, ilustrasi seseorang  yang sedang duduk di bangku taman menggambarkan seseorang yang sedang bergelut dengan isi kepalanya sehingga, memilih menyendiri untuk menenangkan pikiran, dan lain sebagainya.

Saya tertampar benar oleh satu puisi  dalam buku ini ;

Mereka bilang,

aku bisa menghadapi segala kesulitan ini. “Ini sakitnya sebentar saja.

Tetap optimis, bunga-bunga akan segera bermekaran. Ambisi dan kodrat itu seringnya jelas beda.

Karena kita kan cuma puing-puing jalanan. Kenapa kau tidak tahu diri saja?

Jangan sok tahu.

Toh keinginan-Nya terbukti valid.”

Tulisan- tulisan dalam buku ini menyadarkan banyak hal dan mengandung pelajaran berharga. Pesan yang ingin penulis sampaikan adalah  bahwa dalam hidup ini kita bukanlah yang tersusah, bukan kita yang paling istimewa. Allah mengurus setiap makhluk-Nya, dan menguji setiap hamba-Nya yang bertakwa. Bersyukurlah atas setiap apa-apa yang datang menghampiri, suka dan dukanya. Jangan bergantung pada selain-Nya. Sebab di sanalah sumber kekecewaan yang nyata.

Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Khususnya bagi para pecinta puisi dan para perempuan. Buku ini menyadarkan saya bahwa, pada setiap fase kehidupan ada tantangan tersendiri, sehingga dapat terbekali saat menjalaninya nanti.

Penulis: Zanira Khairani

Editor: Hizbi Dzilarsy Priatna

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *