Memutus Senar Manipulasi: Perjalanan Pulih dari Luka Masa Silam

Memutus Senar Manipulasi: Perjalanan Pulih dari Luka Masa Silam
Dok. Manggala

Judul Buku: Broken Strings

Penulis: Aurelie Moeremans

Penerbit: Reedsy

Tahun Terbit: 2025

Jumlah Halaman: 220 halaman

Genre: Memoar

Sinopsis Buku:

Tidak semua luka bermula dari kekerasan. Sebagian justru lahir dari perhatian, pujian, dan kasih sayang yang datang terlalu dini. Di tengah realitas hari ini, banyak remaja terjebak dalam hubungan yang dibungkus dengan kebahagiaan sesaat, sehingga menggerus rasa aman dan harga diri mereka. Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans berhasil merekam bagaimana pertemuan profesional di balik layar iklan—yang seharusnya menjadi langkah awal karier—justru menjadi pintu masuk menuju relasi yang menyisakan luka dan trauma.

Broken Strings: sebuah buku memoar kepingan pengalaman masa remaja Aurelie tentang manipulasi dan bertahan hidup. Dalam karyanya, ia menuangkan kisah tentang child grooming (pelecehan anak) yang dibungkus melalui hubungan tidak sehat (toxic), sehingga berdampak pada perkembangan emosi, mental, dan cara pandangnya terhadap diri sendiri. Namun, dalam buku ini, ia tidak menempatkan dirinya sebagai korban, melainkan sebagai individu yang sedang berusaha untuk mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidupnya.

Aurelie Moeremans, perempuan kelahiran Brussels—sebuah kota di Eropa—tumbuh dari keluarga sederhana dan protektif, sehingga membentuknya menjadi seorang gadis yang patuh, rajin, dan pemalu. Ia bercita-cita ingin menjadi dokter suatu saat nanti. Namun, hidup punya rencana lain. Sesuatu terjadi hingga membawa ia ke dalam hubungan yang dibangun atas dasar ketimpangan kuasa, manipulasi emosi, dan kontrol psikologis. Relasi tersebut perlahan membentuk ketergantungan Aurelie terhadap kekasihnya yang membuat ia kehilangan batas antara kasih sayang dan kekerasan.

Dalam bukunya, Aurelie menceritakan cukup detail bagaimana ia dipaksa dalam menjalankan sebuah hubungan, diperlakukan dengan kasar, dipermainkan layaknya sebuah boneka, bahkan direndahkan oleh kekasihnya, sehingga menimbulkan rasa trauma dan berdampak panjang terhadap rasa aman, harga diri, serta kepercayaannya terhadap orang lain.

Seiring berjalannya narasi, buku Broken Strings ini tidak hanya menceritakan luka dan trauma Aurelie yang ditinggalkan dari hubungan toxic tersebut, tapi juga menceritakan bagaimana proses kesadarannya muncul. Ia merefleksikan perubahan sikap, cara berpikir, dan respons emosional yang terbentuk akibat pengalaman masa lalunya yang dipenuhi dengan kebingungan dan kerap disertai rasa bersalah.

Melalui kisah personalnya, Aurelie menyampaikan pesan penting tentang bahayanya child grooming dan hubungan toxic. Buku ini mendorong para pembaca untuk lebih peka terhadap tanda-tanda manipulasi emosional dan pentingnya menjaga batasan diri dalam sebuah relasi. Bagi saya pribadi, membaca halaman demi halaman pengalaman Aurelie memberikan rasa sesak sekaligus kesadaran baru; bahwa luka yang paling dalam seringkali datang dari orang yang kita anggap pelindung.

Selain itu, buku ini juga hadir sebagai pelukan bagi para perempuan yang pernah dibungkam, menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang mencari jalan keluar, serta menjadi teman bagi mereka yang sedang membutuhkan sedikit alasan untuk bertahan.

“Jangan kehilangan harapan. Kamu tidak lemah karena pernah bertahan, dan kamu tidak rusak karena pernah terluka”, tulisnya pada halaman penutup Broken Strings.

Kelebihan:

  1. Buku ini dilengkapi dengan triger warning (peringatan pemicu) pada halaman awal, yang menunjukkan kepedulian penulis terhadap kondisi psikologis pembaca. Mengingat buku ini berisi cerita tentang manipulasi emosional dan kekerasan yang dapat memicu ketidaknyamanan bagi pembaca tertentu.
  2. Meskipun menceritakan tentang pengalaman pribadi, buku ini memiliki nilai edukatif yang kuat, khususnya mengenai child grooming dan hubungan toxic.
  3. Narasi dalam buku ini terasa jujur dan reflektif—bukan sekadar dramatis buatan—sehingga membuat pembaca percaya dengan keaslian cerita.

Oleh: Khaliza Arzeti

Penulis adalah Kru Website Manggala 2025-206

Editor: M. Alfin Nurrohim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *