Forget Me Not: Antara Kehadiran dan Kehilangan

Dok. Manggala
Dok. Manggala

Judul                 : Forget Me Not (2015) Jenis Film : Roman, Drama

Sutradara          : Kei Horie

Produser           : Hirohisa Mukuju, Takatashi Watanabe, Masahiro Yoshida, Keizo Yuri

Penulis Naskah : Mizuho Hirayama, Satoko Okazaki, Kei Horie Pemain       : Nijiro Murakame, Akari Hayami

Tanggal Rilis   : Jepang, 28 Maret 2015 Durasi     : 1 Jam 34 Menit

 

Kehadiran seseorang kerap menjadi sebuah anugerah tak ternilai. Begitu pula yang dirasakan Oribe Azusa saat Hayama Takashi hadir dalam hidupnya. Mendadak segalanya terasa lebih bermakna dan mudah dijalani, meski berbagai cobaan datang silih berganti.

Film asal Jepang yang berjudul Forget Me Not mengisahkan perjalanan seorang anak SMA bernama Oribe Azusa yang perlahan mulai dilupakan oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan, segala hal yang berkaitan dengan dirinya seakan lenyap dari ingatan dunia. Hal ini membuat Oribe Azusa harus terus memperkenalkan dirinya setiap kali bertemu dengan orang yang dikenalnya. Di tengah rasa sepi dan putus asa, ia bertemu dengan Hayama Takashi pada suatu malam yang secara tidak sengaja menabraknya saat tengah mengendarai sepeda. Pertemuan itu berlanjut di sekolah hingga akhirnya mereka menjadi dekat. Kehadiran Takashi membawa arti baru: persahabatan, harapan, dan keberanian untuk tetap bertahan. Dibalut dengan elemen fantasi, film ini menyajikan kisah cinta sekaligus kehilangan.

Seiring berjalannya waktu, Azusa akhirnya mengungkapkan rahasia kelam yang menimpa dirinya. Pada menit ke-28:49, ia berkata kepada Takashi, “Kira-kira semenjak semester akhir kelas 2, keluargaku dan temanku semuanya mulai melupakanku. Semua hal yang sudah kulakukan lenyap begitu saja. Walaupun mereka masih muda dan belum pikun, tetapi mereka semua lupa segalanya tentangku. Awalnya mereka tidak akan mengenal mukaku, lalu perlahan menjadi lupa. Setelah liburan musim semi berakhir, tidak ada seorang pun yang mengingat tentangku.”

Awalnya Takashi tidak percaya, hingga pada akhirnya ia mencari bukti sendiri. Takashi mengunjungi kelas Azusa dan menemukan nama serta buku milik Azusa, tetapi gurunya sama sekali tidak mengenali siapa Azusa, meskipun jelas buku itu ada di hadapannya.

Namun pada akhirnya, Hayama Takashi pun melupakan kekasihnya sendiri. Segala usaha dengan alarm pengingat tidak lagi mampu menahan memori itu, meski sebelumnya ia pernah berjanji dengan tulus pada menit ke-38:43, “Meskipun semuanya melupakanmu, aku, Hayama Takashi, tidak akan melupakan Oribe Azusa selamanya!” Sebuah janji yang perlahan terkikis oleh waktu hingga yang tersisa hanyalah kehampaan.

Forget Me Not menjadi pengingat bahwa terlupakan adalah sebuah kepastian. Hal ini sama dengan ketidakjelasan alasan mengapa Azusa dilupakan oleh semua orang. Kita seperti disadarkan bahwa suatu saat kita akan lupa dengan alasan mengapa kita melupakan seseorang.

Menariknya, sang penulis memang sengaja menghadirkan nuansa membingungkan agar setiap penonton bisa memberi makna sendiri. Ada yang menafsirkan bahwa semua kejadian dilihat dari sudut pandang Hayama Takashi yang menderita amnesia hingga ia benar-benar lupa akan keberadaan Oribe Azusa, bahkan ingatan orang-orang tentangnya. Ada pula yang memandang Azusa sebagai sosok yang sebenarnya sudah tiada, perlahan terlupakan bahkan oleh orang terdekatnya sendiri. Meskipun Hayama Takashi berusaha mempertahankan memori dengan berbagai alarm pengingat, pada akhirnya nama Oribe Azusa tetap terhapus oleh waktu. Usaha Oribe Azusa untuk hadir kembali pun berakhir sia-sia: dunia tetap bergerak tanpa dirinya.

Dari segi visual, film ini dirangkai dengan sinematografi yang memanjakan mata dengan nuansa Jepang yang indah. Beberapa adegan yang tampak direkam dengan handycam menambah kesan realistis sekaligus menghadirkan suasana haru.

Akari Hayami memerankan karakter Azusa dengan baik. Ia dapat menampilkan sisi kuat sekaligus rapuh dari karakternya. Aktingnya mampu menyampaikan perasaan kesepian yang dialami oleh Azusa. Nijiro Murakami sebagai Takashi juga memberikan penampilan yang kuat, menampilkan perjuangan dan tekad untuk terus mengingat Azusa meskipun dalam kondisi yang sulit.

Interaksi antara keduanya terasa alami dan menyentuh, membangun chemistry yang kuat dan autentik. Hubungan Azusa dan Takashi yang penuh emosi menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat Forget Me Not begitu berkesan di hati penonton.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Forget Me Not menghadirkan kisah yang sederhana namun sarat makna tentang ingatan, kehilangan, dan arti kehadiran seseorang dalam hidup. Film ini tidak hanya menawarkan cerita romantis, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang bagaimana manusia berusaha mempertahankan kenangan yang perlahan memudar. Dengan sinematografi yang indah serta akting yang kuat dari para pemerannya, Forget Me Not mampu meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi penontonnya.

Oleh : Putri Musfidatul Agni

Editor: Hizbi Dzilarsy Priatna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *