Perdana Digelar, Wihdah PPMI Hadirkan Quran Fest untuk Mahasiswi Indonesia di Mesir

Doc. Manggala
Doc. Manggala

Manggala, Kairo – Wihdah PPMI Mesir menggelar acara bernuansa Qur’ani bertajuk Qur’an Festival yang ditujukan untuk para masisirwati. Kegiatan ini berlangsung di Qoah Ibn Hajar, Masjid Al-Azhar, El-Darb El-Ahmar, Kairo, pada Ahad (30/11). Festival tersebut menjadi program perdana dalam sejarah Wihdah PPMI Mesir, lahir dari keresahan sejumlah rumah tahfiz yang ditemui dalam kunjungan ketua Wihdah.

Dalam pelaksanaannya, Wihdah PPMI berkolaborasi dengan Al-Azhar serta beberapa rumah tahfiz di Mesir. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pelaksana Qur’an Festival, Ashfa Afkarina, dalam sesi wawancara.

“Qur’an Festival ini merupakan salah satu program unggulan Ketua Wihdah saat ini. Gagasan ini muncul ketika kunjungan ke rumah-rumah tahfiz. Mereka menyampaikan bahwa banyak masisirwati yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Dari situlah Ketua Wihdah menginisiasi program ini sebagai salah satu unggulannya,” ujar Ashfa.

Ia juga menjelaskan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam festival tersebut.

“Rangkaian pertama adalah grand opening dan demo rumah tahfiz. Tujuannya agar Masisirwati lebih mudah memilih lembaga tahfiz yang sesuai. Rangkaian kedua adalah kelas maqra’ah yang bekerja sama dengan Al-Azhar, dibimbing langsung oleh Duktur Amar selama 12 pertemuan,” jelasnya.

Ketua Wihdah PPMI Mesir, Ulyanisa Imtitsalilah, berharap Qur’an Festival dapat membangkitkan ruh qur’ani dan menjadi pemantik bagi Masisirwati untuk semakin mendalami Alquran, baik dalam aspek tajwid nadzary, tahsin, tatbiq ‘amaliy, maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa melalui Nadwah Qur’ani, rangkaian Maqra’ah, Musabaqah, dan refleksi malam Nuzulul Qur’an, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Qur’an Festival bukan sekadar acara seremonial. “Program ini kami harapkan menjadi wadah bagi para Masisirwati untuk saling belajar, saling memotivasi, dan mengenal lebih dekat sistem lembaga tahfiz yang tepat dan nyaman. Dengan begitu, mereka dapat menyelesaikan pembelajaran alqurannya dengan sanad yang merupakan keistimewaan menimba ilmu di negeri para nabi ini, sebagai bekal saat kembali ke tanah air,” ungkapnya.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh para masyaikh Al-Azhar.

Reporter: Vyka Igda & Khaliza Arzeti

Editor: M. Alfin Nurachim

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *