Manggala, Kairo— Tingkat kelulusan mahasiswa akhir Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar tercatat sebesar 63,48%. Data tersebut disampaikan oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) Almer Hakim dalam forum ITTIBA 2026 pada Rabu (8/4) di Aula Markaz Syaikh Zayed, Hay Sadis, Kairo.
Angka tersebut diperoleh dari data resmi mahasiswa Indonesia yang telah lulus, setelah pihak SEMA-FU mendapatkan izin untuk mengakses nilai akademik. Data itu diolah sebagai dasar evaluasi kinerja dan perancangan program ke depan.
“Data ini kami ambil langsung dari mahasiswa yang sudah lulus dengan akses nilai, dari situ [kami] menemukan angka 63,48% dan menjadikannya dasar kerja,” ujar Almer dalam forum Ittiba tersebut.

Menanggapi hal tersebut, SEMA-FU menilai perlu adanya perbaikan sistem dan pembinaan mahasiswa dengan membuat dua tahap, yaitu hulu dan hilir. Tahap hulu difokuskan pada mahasiswa baru, sementara hilir difokuskan pada mahasiswa tingkat akhir.
Menurutnya, kunci peningkatan kualitas adalah peran para senior dalam membimbing mahasiswa baru, serta memberikan pemahaman tentang sejarah dinamika keazharian.
“Mahasiswa baru harus mendapatkan bimbingan yang tepat sejak awal. Para senior sangat penting untuk membentuk arah dan pola pikir mereka,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memiliki pemahaman mendalam tentang identitas dan pendidikan Al-Azhar. Pemahaman ini dinilai penting agar mahasiswa memiliki landasan yang kuat dalam menjalani studi.
Di sisi lain, mahasiswa diingatkan bahwa persaingan ke depan akan semakin ketat, seiring meningkatnya jumlah lulusan. Oleh karena itu, tidak cukup hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi perlu pengembangan keterampilan seperti komunikasi, berpikir kritis, dan pengembangan diri.
Sementara itu, Wakil Ketua SEMA-FU, Farzan Azilan, mengingatkan mahasiswa untuk kembali pada tujuan awal. Ia menegaskan bahwa nama Al-Azhar bukan sekadar kebanggaan, tetapi tanggung jawab yang harus dijaga.
“Kembali ke niat awal, apa tujuan kita dikirim ke sini. Al-Azhar sudah harum, jangan numpang harum dengan nama Al-Azhar ini, tapi buatlah dan harumkan nama Al-Azhar itu sendiri,” ujarnya.
Reporter: Aziz Maulana Ramadhan & Mozad Fahmi Aladdin






