Manggala, Kairo – Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB) menghadirkan terobosan baru dalam acara tahunan Pra-Milangkala Mojang Jajaka x Raos Asyir yang digelar pada Kamis, 30 September 2025. Tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Guyub Dina Rasa, Sauyunan Dina Karya”, yang dalam bahasa Sunda berarti rukun dalam rasa dan bersatu dalam karya. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah program Raos (Ragam Olahan dan Seni) sebagai gebrakan baru KPMJB tahun ini.
“Momentum pra-Milangkala tahun ini menjadi refleksi bagi warga KPMJB untuk terus bersatu dan berkreasi bersama. Tahun ini, Mojang Jajaka kami kemas dengan konsep berbeda karena menghadirkan unsur baru, yakni Raos—Ragam Olahan dan Seni—yang memperkenalkan olahan khas dari berbagai daerah di Jawa Barat. Misalnya, warga Braga membawa cuanki, Sawarga menghadirkan es goyobod, Ciayu Majakuning menyajikan nasi lengkong, Bewara dengan lontong sayur, Priatim dengan tutug oncom, dan Bumisuci dengan toge tauco,” ujar Gubernur KPMJB dalam wawancara.
Acara puncak diisi dengan penampilan para Mojang dan Jajaka yang mengenakan busana adat daerah masing-masing sambil mempresentasikan makanan khas dari wilayahnya. Ketua Panitia Pelaksana, Noornajma Naila Fadla Adhima, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kolaborasi antaranggota KPMJB.
Acara ditutup dengan makan bersama yang diikuti oleh seluruh peserta hingga akhir kegiatan.
Reporter: Muhammad Syafieq Abdul Qodir
Editor: Hizbi Dzilarsy Priatna






