Sidang Pleno PPMI Mesir Soroti Transparansi dan Rampungkan Isu Krusial

Sidang Pleno PPMI Mesir Soroti Transparansi dan Rampungkan Isu
Dok. Manggala

Manggala, Kairo – Sidang Pleno Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyoroti sejumlah isu krusial yang tengah dihadapi organisasi pada Ahad (5/10). Mulai dari kesulitan pengumpulan uang pangkal mahasiswa baru hingga komitmen penguatan sistem pengawasan internal.
Presiden PPMI Mesir, Glenn Sofyan, menjelaskan bahwa pengumpulan uang pangkal mahasiswa baru, kini menjadi tantangan tahunan. Perubahan sistem masuk ke Universitas Al-Azhar yang semakin beragam menyebabkan proses pengumpulan dana tidak lagi terpusat.

“Dulu memang kita punya satu pintu, sekarang tidak seperti dulu yang tersentralisasi,” ujar Glenn saat ditemui di Aula Griya Jateng KSW, Hay Asyir, usai sidang pleno berlangsung.

Ia menambahkan, selain kendala sistem, faktor kepercayaan publik terhadap transparansi keuangan PPMI juga menjadi sorotan.

“Uang pangkal itu bukan untuk PPMI, bukan untuk pengurus, tapi untuk Masisir lagi kembalinya,” tegas Glenn.

Menurutnya, pemahaman bersama perlu dibangun agar alur keuangan berjalan sesuai mekanisme resmi dan transparan.

Sementara itu, Presidium 2 PPMI Mesir, Daffa Rahmatullah, menyampaikan bahwa sidang pleno kali ini juga membahas penyelesaian sejumlah isu organisasi, termasuk penyelarasan hak peserta antar-koordinator wilayah, penyelesaian dana block grant, komitmen implementasi hasil sidang, serta sistem pengawasan kebijakan baru di lingkungan PPMI Mesir.

“BPA dan MPA akan berperan penting dalam memastikan hasil sidang berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi seluruh Masisir,” kata Daffa.

Sidang pleno yang dihadiri hampir setengah dari kuorum anggota Dewan Perwakilan ini berlangsung dinamis dan terbuka. Diskusi hangat diselingi candaan ringan antaranggota, mencerminkan semangat kolaboratif antara unsur eksekutif dan legislatif dalam menjaga amanah dan transparansi organisasi.

Reporter: Mozad Fahmi Aladdin & Vyka Igda Maharani

Editor: M. Alkindi Badruzaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *