Lewat Senar Fatwa Vol.4, SEMA-FSI Ajak Perempuan Kenali Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

Lewat Senar Fatwa Vol.4, SEMA-FSI Ajak Perempuan Kenali Kesehatan Mental dalam Islam
Dok. Manggala

Manggala, Kairo — Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyyah (SEMA-FSI) bekerja sama dengan PCI Aisyiyah Mesir dan KKN Inter Mesir Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Serial Seminar Fatayat Warasatul Ummah (Senar Fatwa) Vol. 4 bertema “Mental Health dan Peran Syariat dalam Menjaga Kestabilan Emosi Wanita” di Markaz Dakwah Muhammadiyah, pada Jumat (31/10). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan, khususnya Masisirwati, tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

Koordinator Divisi Acara, Najla, mengatakan tema tersebut dipilih karena banyak perempuan menghadapi tekanan hidup yang berdampak pada kondisi emosional.

“Kami ingin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental, apalagi bagi yang jauh dari keluarga. Melalui acara ini, peserta diharapkan memahami cara menghadapi ketidakstabilan emosi dan mengetahui bagaimana Islam memperhatikan aspek mental,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan Vety Hamid, S.Psi., Human Consultant, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa seorang muslimah dengan kondisi mental yang sehat akan mampu menjalankan perannya sebagai hamba Allah, istri, serta anggota masyarakat dengan lebih baik. Ia juga memandu peserta melakukan terapi relaksasi sederhana, seperti latihan pernapasan dan zikir tenang, untuk membantu menjaga keseimbangan batin.

Suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta antusias mengikuti sesi diskusi yang menyoroti hubungan antara spiritualitas, emosi, dan kesehatan mental. Beberapa peserta mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru bahwa menjaga kesehatan mental juga merupakan bagian dari ibadah.

Melalui Senar Fatwa ini, panitia berharap perempuan semakin memahami pentingnya keseimbangan spiritual, emosional, dan fisik, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan mental di kehidupan sehari-hari.

Reporter: Ghina Mugisniawati & Tazkiyyatun Nafsi

Editor: M. Alfin Nurrohim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *