Manggala, Kairo—Abdul Muta’ali, selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, menegaskan bahwa peran Al-Azhar melalui konsep wasathiyah berkontribusi terhadap stabilitas kehidupan beragama di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sharia Orientation Week (SHOW) 2026 pada Rabu (1/4), di Capital Palace, Hay Sadis
“Al-Azhar memiliki konsep yang luar biasa berupa wasathiyah. Kampus dan infrastrukturnya tidak mewah dan megah, tetapi mampu membuat Indonesia aman, nyaman, dan kuat secara agama. Itu semua karena Al-Azhar,” ujarnya.
Abdul Muta’ali menjelaskan bahwa konsep wasathiyah Al-Azhar menjadi dasar dalam membentuk pola pikir moderat umat Islam yang berdampak pada stabilitas Indonesia.
“Grand Syekh membuat (konsep wasathiyah berupa) Dustur Ahlul Qiblah: salatnya sama, kiblatnya sama, nabinya sama, dan Al-Qurannya sama. Ini yang menjadikan Indonesia stabil, karena alumni Al-Azhar memiliki pengaruh besar di Indonesia,” ujarnya.
Menutup penyampaiannya, ia menyebutkan bahwa pada tahun ini jumlah mahasiswa baru asal Indonesia yang memilih berkuliah di Fakultas Syariah mencapai 2.500 orang.
“Masisir ini luar biasa, karena itu harus senantiasa bersyukur menjadi mahasiswa Al-Azhar. Maba tahun 2025 berjumlah 2.500 di fakultas terbesar (Fakultas Syariah), fakultas luar biasa. Belajar di Al-Azhar, khususnya di Syariah itu dahsyat karena fikihnya sangat megah dan elastis,” tutupnya.
Reporter: M. Naufal luthfi & Aziz Maulana Ramadhan
Editor: M. Alkindi Baadruzaman


