Tanggapi Wacana Pembukaan Cabang Universitas Al-Azhar, Begini Kata Atdikbud

Dok. Manggala
Dok. Manggala

Manggala, Kairo — Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Indonesia, Muta’ali, menanggapi wacana pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, diperlukan prosedur yang jelas serta kerja sama yang kuat antara Indonesia dan pihak Al-Azhar.

“Kami membaca informasi itu di media sosial. Mudah-mudahan prosesnya dimudahkan dan dilancarkan,” kata Muta’ali saat ditemui di sela-sela seminar internasional di Azhar Conference Center, Kairo, Selasa (20/1).

Menurutnya, pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia memiliki makna strategis, tidak hanya dalam konteks pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai upaya mempromosikan Islam moderat, kebhinekaan, serta wajah Islam Indonesia yang inklusif di tingkat global.

“Jika semua orang terus ke Mesir, lalu kapan Indonesia mempromosikan dirinya? Kapan kita menjual gagasan Islam Indonesia ke dunia?” ujarnya.

Muta’ali menilai bahwa meskipun moderatisme Islam selama ini banyak merujuk pada Al-Azhar, sudah saatnya Indonesia membangun kolaborasi yang lebih setara dengan institusi tersebut, termasuk melalui pembukaan kampus cabang di Tanah Air.

“Banyak universitas asing hadir di Indonesia. Masa Al-Azhar tidak memiliki cabang di Indonesia?” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pusat Islam moderat dunia dengan membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Reporter: Vyka Idga & Mozad Fahmi

Editor: Hizbi Dzilarsy

Exit mobile version