Syekh Belaid Hamidi Tegaskan: Ijazah Bukan Puncak, tapi Awal Perjalanan Ilmu

Manggala, Kairo – AFANIN (Asosiasi Kaligrafer Arab Murni Indonesia) menggelar prosesi pemberian ijazah bagi para peserta yang telah menyelesaikan karya tulis kaligrafinya di KMJ (Kekeluargaan Masyarakat Jambi), Hay Asyir, Nasr City, Rabu (26/11).

Dalam sambutannya, Syekh Belaid Hamidi menegaskan bahwa ijazah bukanlah puncak pencapaian, melainkan awal dari perjalanan keilmuan yang lebih panjang.

“Ijazah bukanlah tanda seseorang telah mencapai ‘sidratul muntaha’, dan bukan pula akhir dari perjalanan. Ijazah justru merupakan pertengahan jalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah menerima ijazah, seorang murid dituntut untuk semakin mandiri dalam mengembangkan diri, terus berlatih, dan memperdalam ilmunya. Menurutnya, jenjang ijazah dalam kaligrafi adalah proses berkelanjutan dari satu tingkat ke tingkat berikutnya.

Prosesi kali ini juga diwarnai dengan penghargaan dalam khat Riq’ah, Diwani, dan Naskhi. Acara ditutup dengan prosesi meminum susu sebagai simbol penyebaran kebaikan, serta dihadiri para sesepuh AFANIN, sementara para pendiri dan nasihat tambahan dari Syekh disampaikan secara daring.

Reporter: Ghina Mugisniawati

Editor: M. Alkindi Badruzaman

Exit mobile version