Ayah

ayah

Ayah,  kau peluk pundak kami
Dari terbit hingga terbenam matahari

Ayah,  kau teguk secangkir kopi
Sembari memikirkan nafkah keluarga ini

Ayah, wajahmu berlinang
saat melihat kami senang

Ayah, kau sibuk di lingkaran pekerjaan
Dan kami masih terperangkap zona nyaman

Ayah, Maafkan kami
Kami mencintaimu

Oleh : Yandi Fajar Nurodin

Exit mobile version