Ayah, kau peluk pundak kami
Dari terbit hingga terbenam matahari
Ayah, kau teguk secangkir kopi
Sembari memikirkan nafkah keluarga ini
Ayah, wajahmu berlinang
saat melihat kami senang
Ayah, kau sibuk di lingkaran pekerjaan
Dan kami masih terperangkap zona nyaman
Ayah, Maafkan kami
Kami mencintaimu
Oleh : Yandi Fajar Nurodin
