Jiwaku lelah bapak Rasanya bagai diacak Mereka terus melawak Katanya aku tak layak Bapak putrimu…
Ayah
Ayah, kau peluk pundak kami Dari terbit hingga terbenam matahari Ayah, kau teguk secangkir kopi…
Jiwaku lelah bapak Rasanya bagai diacak Mereka terus melawak Katanya aku tak layak Bapak putrimu…
Ayah, kau peluk pundak kami Dari terbit hingga terbenam matahari Ayah, kau teguk secangkir kopi…
10 tahun lalu aku menginginkan es krim kepadamu… Kemudian engkau mengiyakan sembari mengambil uang receh…