Dimensi Masisir Bahas Isu Pembeludakan, Presiden PPMI: Al-Azhar Juga Bisa Disalahkan

Dimensi Masisir Bahas Isu Pembeludakan, Presiden PPMI: Al-Azhar Juga Disalahkan
Dok. Manggala

Manggala, Kairo – Forum diskusi Dimensi Masisir yang diselenggarakan Komisi Peduli Interakasi (KPI) di Griya KSW membahas fenomena membeludaknya jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) yang saat ini mencapai 25.000 orang. Forum tersebut menyoroti berbagai dampak sosial yang muncul akibat lonjakan ini, mulai dari perubahan pola interaksi hingga meningkatnya tantangan moral di kalangan mahasiswa. Acara itu berlangsung pada Jumat (10/10).

Presiden PPMI Mesir, Glen Sofyan Assyauri, menyoroti bahwa fenomena degradasi moral di kalangan Masisir tidak bisa sepenuhnya disalahkan pada individu. la menilai, persoalan ini lebih kompleks karena melibatkan banyak faktor, termasuk sistem penerimaan mahasiswa di Universitas Al-Azhar yang dinilai terlalu longgar.

“Dalam riset kita tidak ada yang dikultuskan dalam masalah ini, bahkan Al-Azhar juga berpotensi disalahkan, karena sangat mudah memasukkan calon mahasiswa baru asal Indonesia,” ujarnya.

Dari paparan data yang disampaikan KPI, terlihat adanya lonjakan drastis pada jumlah Masisir sejak tahun 1990 hingga sekarang. Khadijah Buma, selaku Koordinator Divisi Kajian dan Riset KPI, sekaligus pemantik pada forum tersebut menekankan bahwa lonjakan kuantitas Masisir membawa konsekuensi sosial dan munculnya perilaku yang menyimpang.

“Jika satu orang berperilaku buruk, sistem akan ikut rusak. Tapi kalau satu orang memperbaiki diri, seluruh sistem bisa membaik,” jelasnya, mengutip teori sistem Ludwig von Bertalanffy.

Exit mobile version