Manggala, Kairo – IAC (Indonesian Al-Quran Center) Mesir menggelar diskusi terbuka bertajuk “Menapak Jejak Palestina Modern: Dari Akar Sejarah Hingga Kontroversi Board of Peace” pada Ahad (08/03) di Golden Halls, Nadi Sikkah.
Diskusi tersebut menghadirkan mahasiswa Al-Azhar, Rakish Al-Hazen, selaku narasumber yang membahas dinamika geopolitik modern Palestina, termasuk lembaga bentukan Trump “Board of Peace”.
Dalam pemaparannya, Rakish menyoroti “Board of Peace” yang menurutnya merupakan bagian dari strategi politik yang berpotensi merugikan Palestina.
“BoP ini bukan pertama yang kita lihat, salah satu rencana jebakan Amerika Serikat yang dari dulu sudah banyak rencana yang dilakukan,” ujarnya.
Rakish menambahkan bahwa konflik Palestina tidak hanya berkaitan dengan konflik wilayah semata, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik yang lebih luas, termasuk relasi kekuatan global dan pengaruh negara-negara Barat.
Salah satu contoh yang ia sebut adalah rencana perdamaian yang dikenal sebelumnya “Deal of the Century”, kebijakan yang diperkenalkan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump terkait konflik antara Israel dan Palestina. Rakish menilai kebijakan tersebut lebih banyak keberpihakan kepentingan Israel.
Di akhir diskusi, Rakish juga merujuk pada, Abdul Fattah El-Awaisi, yang dikenal sebagai pakar hubungan internasional dan kajian geopolitik Palestina. Ia menilai konflik Palestina perlu dipahami dalam kerangka sejarah dan peradaban.
“Palestina ini bukan sesederhana perebutan wilayah, tapi strategic plan dari imperialisme barat yang kita hadapi, ini merupakan peradaban yang bernama western imperialism, yang tidak mengenal orang apa pun untuk disepakati,” pungkas Rakish.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya IAC Mesir untuk mengedukasi Masisir.
Reporter: Aziz Maulana Ramadhan
Editor: M. Alkindi Badruzaman
