Manggala, Kairo – Menyikapi tren pernikahan yang kerap dilakukan dengan persiapan minim, BCB Al-Azhar bersama PCIA Mesir mengedukasi Masisirwati agar tetap waras dan bijak dalam memilih pasangan. Kegiatan ini dikemas dalam seminar pranikah berjudul Love with Clarity: berhubungan dengan waras, menemukan pasangan selaras pada Jumat (15/8/2025) di Markaz Dakwah Muhammadiyah.
Selain mewanti-wanti Masisirwati agar tidak terjebak dalam euforia pernikahan dengan keputusan tergesa-gesa, acara ini juga menyoroti kasus perceraian di kalangan Masisir. Fenomena tersebut dinilai sebagai akibat ketidaksiapan membangun rumah tangga dan perlu dihindari melalui persiapan yang matang.
“Jumlah Masisir yang memutuskan menikah dan tinggal di Mesir tidak sedikit dan akhirnya punya anak dan mengarungi rumah tangga. Permasalahannya juga banyak, bahkan ada yang bercerai. Kita menjauhi hal seperti itu dan mempersiapkannya dengan baik,” tegas Dian Nafi el-Hamami, Ketua PCIA Mesir.
Sejalan dengan itu, Hamidah Hasan Basri, narasumber seminar, menekankan pentingnya memahami konsep pernikahan sebelum benar-benar masuk ke dalamnya. Menurutnya, pernikahan adalah ibadah terpanjang yang akan dijalani seseorang, sehingga amat disayangkan bila dimulai dengan pasangan yang keliru.
Hamidah juga memberikan banyak wawasan bermanfaat seputar pernikahan, mulai dari alasan pernikahan disebut sebagai ibadah, tujuan sakral rumah tangga, persiapan yang wajib dilakukan sebelum memasuki gerbang pernikahan, pentingnya menyesuaikan pernikahan dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadis, hingga kriteria pria yang layak dijadikan suami.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi Masisirwati agar tidak terjebak dalam euforia pernikahan semata, tetapi juga mampu menjalaninya dengan penuh kesiapan, kesadaran, dan komitmen yang kokoh.
Oleh: Maspupah Qurrota Aini
Editor: M. Alkindi Badruzaman
