Manggala, Kairo — Dalam rangka memperkenalkan al-Azhar kepada mahasiswa baru, PPMI Mesir melalui Kemenko Bidang Pendidikan yang berkolaborasi dengan Markaz at-Tathwir dan El Zaheen kembali menggelar Nadwah Azhariyah. Acara ini diselenggarakan di Gedung Idarah Wafidin, Madinatul Bu’uts, Kairo, pada Senin (28/7).
Sebagai sarana pengenalan al-Azhar, acara ini mengangkat dua tema utama dalam seminar: akidah dan manhaj al-Azhar, serta sejarahnya.
Dalam wawancara, Ketua Pelaksana Nadwah Azhariyah, Luthfi Idris, menyampaikan alasan pemilihan dua tema tersebut.
“Tujuan dari acara ini memilih tema tersebut ya karena esensi acara ini buat Maba. Tentu Maba perlu tahu lebih detail, lebih lanjut tentang manhaj tempat dia belajar di sana.” Ungkap Idris.
Ia juga menegaskan bahwa pemilihan tema dilakukan secara strategis, sebagai upaya preventif terhadap penyimpangan pemahaman keislaman yang tidak sejalan dengan prinsip al-Azhar.
Pernyataan ini turut diperkuat oleh Fayyad Muchlis, selaku Menteri Keazharan PPMI Mesir. Ia menyampaikan urgensi pembekalan akidah sejak dini kepada mahasiswa baru.
“Kami tidak menafikan bahwasannya ada mahasiswa al-Azhar yang akidahnya tidak sejalan dengan al-Azhar. Bahkan, itu sudah banyak diketahui oleh asatiz atau duktur-duktur masyaikh di al-Azhar itu sendiri. Maka dari itu, perlu adanya langkah preventif bagi mahasiswa al-Azhar yang baru untuk dikenalkan bagaimana akidah yang solih (lurus).” Tuturnya.
Tak berhenti di seminar, rangkaian Nadwah Azhariyah akan dilanjutkan dengan kegiatan Rihlah Maidaniyyah pada 29 Juli mendatang, sebagai sarana pengenalan langsung bagi mahasiswa baru terhadap institusi-institusi keilmuan al-Azhar secara lebih dekat dan aplikatif.
